Lintas Berita, Halo Matahari adalah fenomena yang terjadi ketika kristal-kristal air yang dibawa oleh awan cirrus lalu dibiaskan oleh sinar matahari dengan sudut yang tepat sehingga membentuk warna-warni pelangi. Banyak sekali faktor yang bisa membuat fenomena seperti ini terjadi. Ketika fenomena optik terjadi, awan cirrus yang berada di sekitar matahari memiliki ketinggian dasar mencapai 9.000 meter. Dengan jumlah ketinggian tersebut, volume kristal-kristal air yang dibawa sangat banyak.
Dengan volume kristal yang banyak, posisi sudut yang tepat antara awan cirrus dan matahari serta cuaca yang cerah bisa membuat halo matahari terbentuk. halo matahari merupakan fenomena alam yang menarik dan tidak akan tidak berdampak pada kehidupan manusia secara siginfikan.
Seperti yang mengagetkan warga bogor dan juga bandung pada Selasa (12/10) siang, sekitar pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB. ketika di tengah siang bolong yang terik dan langit yang biru cerah tanpa awan tiba-tiba dihiasi lingkaran warna-warni pelangi. fenomena alam yang langka itu pun menjadi perhatian warga. Banyak yang menyempatkan diri mendongakkan kepala ke langit untuk melihatnya. Bahkan, sebagian warga tampak berkerumun untuk menonton bersama di sejumlah sudut Kota Bogor, seperti di depan ruko-ruko, di terminal, dan di pinggir jalan.
TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Fenomena alam di langit Tanjungpandan, Belitung, Selasa (12/10) siang mengundang perhatian warga. Matahari dikelilingi lingkaran besar menyerupai cincin. Fenomena alam berlangsung sekitar setengah jam antara pukul 10.30 hingga pukul 10.55 WIB.Sinar matahai tidak begitu menyengat. Sekitar matahari tampak awan kehitam-hitaman. Lalu dikelilingi cahaya dengan warna seperti pelangi. "Sudah sering terjadi seperti itu. Saya sudah tiga kali melihat matahari bercincin di sini," kata Teja Pramana warga Tanjungpandan.
Pemandangan berbeda ini juga terlihat di langit Tanjungpandan, Sabtu (17/4/2010). Fenomena yang oleh para ahli disebut efek halo ini terjadi pada siang hari. Lingkaran yang mengelilingi matahari itu berwarna-warni seperti pelangi. Meski tak terbentuk sempurna. Efek halo pada matahari terjadi saat cuaca cerah.
Tak tampak ada awan mendung di sekitar matahari itu. Yang terlihat hanyalah gumpalan awan seputih kapas dan awan tipis berwarna putih seperti sedang tersapu angin. Langit pun berwarna biru cerah.
Banyak masyarakat yang ikut menyaksikan fenomena alam itu. Mereka mengabadikannya dengan kamera digital. "Saya baru kali ini melihat langusng matahari bercincin," ujar Fenny fotografer sebuah harian di Bangka yang datang ke Tanjungpandan dalam rangka Sail Indonesia 2010.
Metrotvnews.com, Bandung: Fenomena halo alias lingkaran atau berkas sinar sekeliling benda angkasa nan berkilauan dari matahari terlihat di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/10) siang. Kejadian alam menakjubkan itu menunjukkan pelangi mengitari matahari.
Fenomena halo terjadi tepatnya sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Ketika matahari tegak lurus di atas kepala, rangkaian warna me-ji-ku-hi-bi-ni-u terlihat sangat indah. Menurut Kepala Staf Penelitian Bosscha, Evans (32), kristal atau uap air di awan terkena sinar matahari. Pembiasan warna pun terjadi menyerupai pelangi
Dijelaskan Evans, pembiasan seperti itu dinamakan pula refraksi. Ia menekankan kejadian alam tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan bencana atau hal-hal lain. Kemunculan halo hanyalah fenomena biasa dan memang sering terjadi. (Asep Kurnia/*****)
Fenomena halo terjadi tepatnya sekitar pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Ketika matahari tegak lurus di atas kepala, rangkaian warna me-ji-ku-hi-bi-ni-u terlihat sangat indah. Menurut Kepala Staf Penelitian Bosscha, Evans (32), kristal atau uap air di awan terkena sinar matahari. Pembiasan warna pun terjadi menyerupai pelangi
Dijelaskan Evans, pembiasan seperti itu dinamakan pula refraksi. Ia menekankan kejadian alam tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan bencana atau hal-hal lain. Kemunculan halo hanyalah fenomena biasa dan memang sering terjadi. (Asep Kurnia/*****)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar